10 Cara Terbukti Ampuh Menghadapi Orang Depresi

Cara Menghadapi Orang Depresi – Rutinitas keseharian yang menuntut untuk mampu bersosialisasi dengan setiap orang, sering jadi beban dan menimbulkan stres tersendiri. Jika mampu bersosialisasi dengan lingkungan dan juga orang di sekitar, maka hidup menjadi nyaman dan indah. Namun jika berbanding terbalik maka akan menghasilkan stres dan depresi. Ada yang karena depresi kemudian bunuh diri, seperti yang terjadi baru-baru ini.

Depresi merupakan salah satu faktor penyebab orang untuk bunuh diri. Seperti yang dikutip dari informasi kesehatan indonesia yang dilansir arah.com. Stres terhadap tuntutan pekerjaan, masalah asmara, bahkan masalah dengan kerabat dan juga keluarga memicu tingginya depresi. Semua masalah tersebut terpendam di dalam diri sendiri.

Orang yang mengalami depresi tak langsung memperlihatkan kepada orang-orang bahwa dirinya sedang depresi. Melainkan ia memendam dan menyimpannya sendiri dan terlihat biasa saja bahkan bisa tertawa saat sedang bercanda dengan teman atau dengan banyak orang. Namun saat ia sedang memiliki waktu sendirian, depresi tersebut akan muncul dan membuatnya kembali menjadi seperti orang yang tak memiliki pengharapan.

1. Meditasi

Menurut Dr. Elizabeth Hoge, meditasi mindful dapat mengatasi kecemasan dan gangguan suasana hati lain secara efektif.”Mereka yang suasana hatinya sering buruk punya masalah dengan pemikiran-pemikiran mengganggu yang terlalu kuat di dalam otaknya,” jelasnya pada Harvard Health Blog. Namun begitu berita aneh ini juga dilansir dari arah. Untuk menghilangkan stres yang muncul sehari-hari, sisihkan 30 menit setiap hari dan cari tempat tenang. Matikan gawai dan pejamkan mata. Atur nafas, dan fokus. Jangan memikirkan apapun. Jika ada sesuatu yang mengganggu pikiran, segera usir dan kembali fokus. Anda juga bisa mencoba fokus pada satu kata, atau bayangkan diri sedang berada di suatu tempat damai.

2. Tambah asupan vitamin B

Vitamin B-12 dan vitamin B membantu produksi senyawa kimia dalam otak yang memengaruhi suasana hati serotonin, epinephrine, dan dopamin. Kurang asupan vitamin B kerap kali dihubungkan dengan depresi. Menurut riset Mayo Clinic, vegetarian, orang paruh baya, dan mereka yang memiliki masalah pencernaan cenderung sulit mencukupi kebutuhan vitamin B. Anda dapat minum suplemen, namun alternatif yang sehat adalah menambah makanan kaya vitamin B. Ikan salmon, keju Swiss, bayam, paprika, kerang, daging, telur dan susu rendah lemak. Sementara asupan vitamin B perlu ditingkatkan, kafein perlu dikurangi. Ini karena pada beberapa orang, kafein dapat memicu masalah tidur dan memengaruhi suasana hati. Seperti ditulis Mayo Clinic.

3. Tetapkan tujuan

Orang yang depresi dapat merasakan berbagai emosi dan sensasi. Namun yang paling sering mereka rasakan dan terus berkembang biasanya perasaan sedih, cemas, hampa, tak tertolong, tak berharga, dan rasa bersalah. Sering kali mereka merasa tak bisa berbuat apa-apa atas perasaan tersebut. Untuk mengusir rasa itu, Anda dapat mencoba menetapkan tujuan harian untuk diri sendiri. Seperti disarankan Ian Cook, direktur Depression Research and Clinic Program di UCLA. “Mulailah dengan langkah kecil. Buat tujuan itu sesuatu yang dapat Anda wujudkan, bukan hal mustahil,” kata Cook. Perlahan, Anda dapat merasa bahagia atas pencapaian yang Anda buat. Lama kelamaan, Anda siap menantang diri dengan tujuan yang lebih sulit.

4. Jadwal tidur rutin

Depresi dapat membuat Anda sulit tidur. Kalaupun tidur, kualitasnya mungkin tak sebaik mereka yang tak depresi. Padahal, jika kurang tidur gejala depresi dapat memburuk dan meguasai isi pikiran. Web MD menyarankan Anda mulai membuat perubahan gaya hidup. Tidur di waktu yang sama setiap malam, dan bangun di waktu yang sama. Coba juga untuk meluangkan waktu tidur siang. Matikan televisi, juga berbagai gawai sebelum tidur.

5. Coba hal baru

Banyak orang cenderung merasa kusut betul saat depresi. Ini terasa makin berat saat kita tak memiliki kemampuan konsentrasi atau membuat keputusan penting. Itu mengapa, penting bagi kita untuk mencoba hal baru dan berbeda. “Saat kita menantang diri untuk melakukan sesuatu yang baru, ada perubahan senyawa kimia di otak,” kata Cook. Mencoba hal baru mengubah kadar dopamin yang berhubungan dengan kenikmatan, dan pembelajaran. Pergi ke tempat baru, belajar bahasa baru, baca buku baru, dan hal lain yang sudah lama ingin Anda coba.

6. Bicara pada orang yang Anda percaya

Ini dapat menguntungkan Anda dalam banyak hal. Mengutarakan isi pikiran dan apa yang sedang terjadi dalam hidup dan mendapatkan respons dapat membantu Anda melihat banyak hal dari perspektif berbeda. Membicarakan apa yang Anda rasa juga dapat memberi solusi. Namun yang terpenting, Anda mendapat dukungan emosional dari orang lain. Bagi mereka yang introver, membuka diri bisa jadi canggung di awal. Namun jangan biarkan perasaan itu menguasai diri. Bukalah diri untuk mendapat masukan, saran, bahkan bantuan dari orang lain.

9. Olahraga ringan

Aerobik simpel, jalan pagi atau peregangan ringan dapat membantu mengatasi gejala depresi. Olahraga memicu produksi endorphin, juga memicu otak untuk berpikir lebih positif. Riset juga membuktikan, dengan berolahraga, Anda kembali memperoleh rasa percaya diri.

Salah satu ciri seseorang mengalami depresi yaitu saat bangun pada pagi hari tidak memiliki semangat kehidupan dan merasa beban hidupnya sudah tidak dapat diatasi lagi. Sebenarnya untuk mengatasi orang yang mengalami depresi adalah dengan cara melakukan percakapan.

Namun perlu diingat adalah, kamu jangan memberikan ceramah atau nasihat karena akan semakin membuat dirinya tertekan. Biarkan dalam percakapan ia mencurahkan apa yang ingin ia bicarakan. Biarkan ia bebas mengekspresikan apa yang ingin ia lontarkan karena telah tidak kuat memendamnya sendiri.

Selain melakukan percakapan, kamu juga dapat mengajaknya ke tempat yang ia sukai atau alam lepas seperti pantai karena ia sesungguhnya membutuhkan ketenangan dan jauh dari hiruk pikuk. Dalam hal ini peran serta anggota keluargalah yang sangat penting untuk melakukan hal-hal tersebut. Karena keluarga merupakan motivator pertama dalam kehidupan.

Kasih sayang kedua orangtua dan kehangatan antara adik dan kakak akan mampu menghangatkan dan menenangkan. Jangan biasakan memendam permasalahan, usahakan untuk menyelesaikan masalah meski sekecil apapun permasalahan tersebut. Sesungguhnya mereka yang depresi memerlukan pelukan dan sandaran bukan ceramah atau masukan yang membuat dirinya tertekan

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*